Author:

100 thoughts on “Air Mata Susy Susanti Tak Jadi Foto Headline Harian Kompas, Mengapa?”

  • Waktu itu masih SD, selalu bergadang nonton badminton sama keluarga, ingat banget waktu susi menang, seluruh keluargaku nangis bahagia, apalagi kemudian alan juga menang, terimakasih susi susanti

  • Ironis ketika banyak kaum intoleran Indonesia yang teriak ganyang Cina, sementara keturunan Tionghoa lah yang pertama kali menangis di podium juara 1 Olimpiade untuk Indonesia

  • Saya sebagai orang awam pun menilai kalo foto Susi yg menangis lebih ikonik..
    Dalam hal ini bisa dibilang jajaran redaktur Kompas melakukan "blunder" dlm memilih foto headline…

  • Bagus videonya. Sepertinya terinspirasi dari serial Darkroom channel Vox. Semoga lama-lama dapat stylenya Kompas sendiri, karena memang menarik banget konten dikemas seperti ini ๐Ÿ™‚

  • patungan pulsa bwt nonton chanel ini says:

    tahun jebot 1992, Kompas udah begitu "Profesional" sampe ributin headline segitunya, jauh meninggalkan media lain

  • Foto senyum karena memenangkan pertandingan dan mempersembahkan emas bagi Indonesia untuk pertama kalinya memang kuat dan memberikan perpektif yg langsung menegaskan bahwa kemenangannya bukan sekedar kebetulan, tetapi karena memang kehebatannya.

    Tetapi foto air mata lebih pantas dipakai, karena air mata tersebut adalah air mata bahagia seorang anak bangsa yg berhasil memberikan yg terbaik bagi negaranya. Walau tidak menempatkan diri sebagai Susi yg bertanding mati2an, bukan Susi yg memenangkan pertandingan, dan bukan Susi yg melihat Merah-Putih berkibar dengan iringan Indonesia Raya, sy tetap merasakan haru karena bangga.

    Dalam news, pose senyum kemenangan terkesan datar, tetapi foto air mata memberikan simbolisme yg dalam secara utuh akan berbagai aspek. Terlebih melihat fotonya yg sangat memperlihatkan air mata mengalir, harga mati foto tersebut sangat kuat, berlipat dibanding foto senyum kemenangan…

  • 1992, wktu itu umur Ak masih 1 tahun, cm dengar Dr ortu klo peโ€™Bultang cwe yg pernah bawa medali nama ny Susi Susanti

  • gabriela immanuel says:

    Pada waktu itu media harus melalui " pembredelan",. Yaahh mau gak mau kompas cari aman,.padahal bila foto itu yg dipilih,dapat meredakan " ketegangan tersembunyi" antar etnis,khususnya pd etnis tionghoa,.dan meledak pd tahun2 selanjutnya( kerusuhan 98) di berbagai kota di indonesia.

  • Klo susi susanti tanding jalanan langsung sepi ๐Ÿ˜€๐Ÿ‘๐Ÿ˜๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

  • dicky Wisanggeni says:

    Emas pertama indonesia saat warga barcelona merayakan gelar liga champions eropa pertama di bawah asuhan johan cruyff

  • Faktanya dia pindah ke warganegaraan.. Tangis itu karena dia menang di ajang olah raganya yang dia gemari, bukan negaranya!!!

  • Oke saya udah nonton tuh video nya… maksa banget sih ini yutub rekomendation gw udah berhari hari ini nongol thumbnail Susi terus…๐Ÿ™„

  • Sebagai seorang seniman saya memaklumi pendapat si fotografer.. Dia bisa merasakan,, mana karya yg dianggapnya paling istimewa meskipun orang lain menganggap itu biasaยฒ aja…

  • Bagus Prasetyo says:

    Tontonlah Video ini, dan resapi betapa bangganya Susy dan Indonesia di moment itu. Nangis gw btw pas moment Susy mulai mewek wkwkwkwk.

    Dan jangan scroll ke bawah untuk baca comment.

  • wajahnya datar…. tapi ketika melihat wajahnya, hati saya bergetar. dan lagi untuk kesekian kalinya, saya menangis. Susy, you are our hero!!

  • Banyak yg ngerasa superior sih, sampai merendahkan etnis lain :3 pdhal berhasil tidaknya dia jd manusia bukan ditentukan berdasarkan etnis atau suku, melainkan ahklak dan pencapaian indivdunya :3

  • Yang dibahas dalam video adalah konteks Foto dan Jurnalistik.

    Bagaimana sudut pandang seorang Fotografer dan sudut pandang orang awam dalam kepentingan jurnalistik.

    Komentar Netizen: Membahas RAS. What the F***?!

  • kolom komentar bahas sara sama sekali tidak ada hubungannya dengan video.. Memang seperti ini masyarakat Indonesia ๐Ÿ™‚

  • Tidak peduli seseorang terlahir dalam ras apa, agama apa atau lingkungan yg bagaimana.
    Yg terpenting engkau bisa memberi makna dalam hidupmu dan berguna bagi orang lain.
    Engkau tetaplah anak Negeri ini. Negeri yg melahirkanmu, membesarkanmu dan menganggapmu ada. Buatlah yg terbaik untuk Negeri ini.

  • Wkt kecil saya jg nonton pertandingan itu ditv. Seru!! Pas susi naik podium & bendera merah mutih dikibarkan serta diiringi lagu indonesia raya jg ikut merinding. Apalagi pas ngeliat susi nangis. Klo menurut sy bulu tangkis paling seru thn 90an. Pemainnya hampir semuanya jago2. Bisa dipastikan indo bawa pulang byk medali & jd juara umum. Ciri khas susi, badannya lentur. Nerima tembakan lawan bisa sampe split, meliukan badannya kebelakang. Gigih jg ngeladeni semua tembakan lawan. Moodnya jg nggak berubah.

  • Betapa gembiranya dahulu ketika ada kirab susi dan alan di kota sby, kami satu sekolah disuruh kepala sekolah berdiri di pinggir jalan menyambut mereka,

    Sekarang..?
    Boro" nyambut, kenal atlet indonesia aja sudah syukur.

  • Rio Jon piter silitonga says:

    Mungkin klw susi bisa memilih dimana lahir..mungkin dia memilih negara yg menghargai dia..tapi takdir menentukan dia lahir di pulau jawa..so darahnya adalah Indonesia sejati…prestasinya sudah menjadi sejarah…mana prestasi kita? Jgn lagi ada org bodoh yg melihat prestasi dgn memanipulasi sara # kerja kerja kerja

  • Rudatin Purbohusodo says:

    Yang telah mengharumkan Indonesia, negeri tercinta. Terima kasih Susi Susanti. Yang sekarang kerjanya nyinyir dan mencela cela melulu, tolong tunjukkan kontribusi mu yg berguna untuk negerinu.

  • Lebih ekonik waktu Susi menangis,bukan menangis sedih tapi Bangga membawa Indonesia dan Sang Merah Putih berkibar di Olimpiade saat itu. menurut penilaian saya.

  • Patriotisme dan nasionalisme mengalir dalam setiap tetes air matanya yang tertumpah pada saat itu. Itulah arti air mata susi pada waktu itu

  • BAtak,Jawa, Sunda,dan lainnya (maaf di Indonesia terlalu banyak suku , agama dan ras) Kita satu.MERAH PUTIH.INDONESIA ๐Ÿ’ž๐Ÿ’ž๐Ÿ’ž๐Ÿ˜ŠTOLONG MULAI LAH BERFIKIR MAJU.paling tidak untuk kemajuan keluarga anda.saudaraku ๐Ÿ™

  • Berkecamuk antara rasa bangga, rancu dan kebimbangan bercampur kebencian dan kekecewaa, hmmmmmm Indonesia , apakah engkau lauak diberkati dan diselamatkan?

  • Laura Basuki mirip banget jadi visualnya Susi Susanti pas masih muda. Trailer nya juga bikin merinding. Semoga filmnya jadi box Office. Uhh gasabar nonton filmnya Oktober mendatang.

  • betul sekali, foto yang menangis adalah yang terbaik karena menunjukan sisi terharunya susi terhadap semua pencapaiannya buat indonesia!!

  • Saya sangat mengagumi Susi. Dan saya sangat bangga dan terharu melihat foto Susi yg menangis.
    Saya dari Aceh bangga kepada Susi sebagai saudara nya sebangsa dan setanah air. ๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ’ž

  • patrysio ketto says:

    Ini bukti bahwa Susi cinta Indonesia mkx Dia persembahkn ini ketika dipersulit kewarganegarany saat itu!! Super Susi legend

  • Tahun 92 siapa Presiden nya? Kok prestasi bulu tangkis kita melejit.. Lalu cabang-cabang yg lain volly dll.. Tapi paling buming n penuh prestasi adalah bulu tangkis sejak jaman Reformasi menurun prestasi adalah isu politik n demo

  • Dewa Singgalang says:

    Ini baru Pancasilais dan pahlawan sejati. ๐Ÿ‘ Tanpa pamrih, cuma untuk prestasi yang sportif. Bukan sikut sana sikut sini.

  • Dewa Singgalang says:

    Air mata Susi adalah antara kebanggan dan sedih melihat ketidakadilan yang terjadi di Indon. Sedihnya mungkin sama dengan saat air mata Bung Hatta dan Bung Karno keluar sewaktu Bung Hatta menjenguk Bung Karno di Rumah Sakit.

  • Dan kita makin sedih dan miris hanya karena mau berkuasa Keturunan Tionghoa gak habis habisnya di bully..di buat seperti warga kelas bawah.. padahal mereka adalah WNI juga… Saudara kita juga…untung SS gak langsung pindah WN ke Singapore atau ke negara lain yg LBH menghargai warga keturunan..

  • Dulu d bandung byak lapangan badminton & bola. Anak" sering maen kedua olah raga tsb dan setiap 17an selalu d adakan turnamen

  • Mungkin Indonesia "butuh diktator seperti Soeharto" kembali agar bisa bersatu seperti masa2 yg indah itu… meskipun pemimpin garang & menakutkan, tapi kok justru dia "Soeharto" yg bisa menyatukan Indonesia seperti itu bahkan masyarakatnya meski berbeda beda suku tapi bisa saling mesraan? Justru setelah masa reformasi Indonesia "saling musuhan", masa orde baru rupanya Indonesia "bersatu" karena punya musuh yg sama yaitu "sang diktator"… ah betapa rindunya aku jika sang diktator muncul lagi agar Imdonesia bersatu karena sama2 takut dg sosok yg sama ๐Ÿ™‚ qi qi qi qi… setidaknya masa2 Soeharto yg indah itu "ada acara tayangan kerukunan agama di TVRI, & Indonesia di satukan oleh TVRI", lalu setelah muncul SCTV, Lativi, RCTI dll macam2 stasiun tv Indonesia malah "kepecah belah"! Salah siapa? Salahnya wartawan2 ato pemilik2 media ya??? Ya sudahlah… itulah bedanya sistem demokrasi ("pecah belah") dg "sistem diktatorisme" (yg menyatukan karena akhirnya sama2 takut sama satu sosok saja) qi qi qi qi ๐Ÿ™‚ pueeenak Jaman ku tho?? Lha iyo thoo… inflasi lambat, harga cabe kriting, sayur2 an & daging terpantau intel2 TNI, tiap ada yg ingin mecah belah "sikat habiiis"… mantabs!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *